Teman dekat
Dia teman dekat pertama saya saat SMA. Dia juga cowok. Saya sebenarnya sejak SD temanannya saat pulang sekolah, ya, sama buhan cowok.
Tapi, dia itu beda. Dia anaknya pintar banget. Hobi membaca buku. Pendiam, walaupun jail sebenarnya sama saya. Kami sering ngobrol bareng saat jam istirahat dan juga kami sering ke perpus bareng.
Sampai akhirnya, teman-teman saya yang lain mulai menanyakan, "Apakah kami pacaran?"
Saya dengan tegas bilang, "Enggak, kok, kami cuma teman aja."
Oiya, saat itu teman dekat saya lagi ke kelas lain, katanya, sih, mau ketemu temannya yang lain. Tapi saya malas keluar kelas, saya memilih tetap di kelas aja.
Terus teman saya itu bilang lagi, "Kamu gak sadarkah? Sikap dia ke kamu itu keliatan banget kalau dia suka sama kamu."
"Enggak mungkin." Saya biasa aja soalnya, gak merasa seperti yang teman saya itu katakan. Tapi tiba-tiba saya mulai kepikiran saat istirahat sebelumnya kami ke perpustakan dan dia tumben-tumben nyanyi lagu romantis.
"Tumben banget nyanyi. Ada apa nih?"
Dia malah senyum. "Hehe, gapapa."
Aku yang tadi cuma berpikir, mungkin dia lagi gabut pengin nyanyi aja. Gak berpikir sampe ke sana. Tapi, saat teman saya tadi mengatakan hal itu. Mulailah saya overthinking.
"Kalau kamu masih gak percaya, lihat aja nanti. Kalau dia nempel-nempel ke kamu. Fiks dia pasti suka sama kamu," kata teman saya itu.
Saat dia kembali. Benar dong, dia tiba-tiba duduk di pinggir kursiku. Kebayang dong, satu kursi diduduki dua orang. Saya mulai risihlah. Masa iya? Padahal kita teman dekat. Bisa dikatakan sahabat. Tapi, kenapa dia harus suka sama saya?
Saya merasa bersalah, saya mulai menjaga jarak darinya. Saya gak tau harus berbuat apa? Itu menurut saya cara terbaik untuk menjaga hati masing-masing. Karena saya jadi baper juga karena dia sudah kelihatan perhatian sama saya.
Maafin saya, ya.
Saat itu saya benar-benar bingung.
Semoga kamu bahagia dan sukses. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar